Liputan6.com, Jakarta - Kondisi ban menjadi salah satu hal yang sulit diprediksi ketika sepeda motor digunakan di jalan. Benda tajam yang terinjak dapat membuat tekanan udara berkurang, bahkan menyebabkan ban kehilangan fungsinya dalam perjalanan.
Situasi tersebut menjadi bagian dari pengujian M-One Super Tyre Sealant di Tangerang pada 3 Oktober 2026. Sebuah sepeda motor Honda Vario dikendarai melintasi papan yang dipenuhi 6.000 paku sebagai bagian dari pembuktian kemampuan cairan pelindung ban tersebut.
Advertisement
Pengujian itu sekaligus membawa M-One kembali mencatatkan nama di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Kali ini, kategorinya adalah berkendara sepeda motor melewati papan rintangan dengan jumlah paku terbanyak.
Rekor tersebut menjadi catatan kedua bagi M-One setelah sebelumnya melakukan pengujian serupa pada 2013. Jumlah paku dalam pengujian terbaru sekaligus membuat M-One memecahkan rekor yang pernah dibuatnya sendiri.
Pengujian Dimulai dari Ban Tanpa Tekanan
Sebelum melewati papan paku, tekanan udara pada ban sepeda motor dikosongkan. Masing-masing ban kemudian diisi satu botol M-One Super Tyre Sealant berkapasitas 650 ml.
Cairan tersebut dibiarkan terlebih dahulu menyebar ke bagian dalam ban sebelum sepeda motor digunakan untuk melewati lintasan. Pengujian kemudian dilakukan dengan Honda Vario yang dikendarai content creator Willy Salim.
“Saya penasaran untuk mencoba performa M-One di 6.000 paku,” kata Willy Salim.
Sebagai pembanding, ban yang tidak menggunakan M-One dalam pengujian sebelumnya hanya mampu bertahan sekitar 27 meter sebelum kehilangan tekanan dan mengalami kebocoran.
Pada pengujian dengan M-One, sepeda motor dapat melewati papan yang berisi 6.000 paku tanpa mengalami kendala berarti selama proses berlangsung.
Setelah lintasan dilewati, sejumlah titik tusukan tetap terlihat pada ban. Namun, cairan di dalam ban bekerja pada area yang mengalami kebocoran sehingga aliran udara dapat tertahan dan tekanan ban tetap terjaga selama pengujian.
Rekor MURI Jadi Bagian dari Pembuktian Produk
Catatan tersebut kemudian dikukuhkan melalui penyerahan penghargaan MURI. Deputy CEO MURI Osmar Semesta Susilo, M.I.B. menyerahkan penghargaan kepada Tri Saputra, General Manager PT Sinar Alam Abadijaya selaku produsen M-One.
“Rekor hari ini yaitu berkendara motor melewati papan rintangan dengan paku terbanyak. Saya ucapkan selamat kepada M-One, karena ini merupakan rekornya yang kedua dan memecahkan rekornya sendiri di tahun 2013,” ujar Osmar.
Bagi M-One, pengujian tersebut tidak semata-mata ditempatkan sebagai pencapaian rekor. Demonstrasi dengan kondisi yang mudah dilihat secara langsung menjadi salah satu cara perusahaan memperlihatkan bagaimana produk bekerja ketika ban menghadapi tusukan.
“Yang penting kepercayaan pelanggan yang kita jaga. Dengan pembuktian ini, konsumen bisa melihat sendiri kualitas produk kita,” ujar Trisaputra.
M-One menggunakan formula berbasis air atau water base. Karakter tersebut juga disebut membuat cairan relatif mudah dibersihkan setelah digunakan.
“Kita sudah coba selama bertahun-tahun dan merek kita tidak pernah ada korosi. Kita juga punya water base dan gampang untuk dibuang,” jelasnya.
Cairan tersebut dapat digunakan pada kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk ban baru yang sejak awal menggunakan M-One, cairan dapat digunakan sekitar dua tahun. Namun, masa penggunaan tetap bergantung pada kondisi ban serta seberapa sering kendaraan digunakan.
Penggunaan cairan pelindung ban juga tidak menghilangkan kebutuhan untuk mengganti ban yang sudah aus. Ketika tapak ban mulai botak, penggantian tetap diperlukan.
“Kalau pemakaian sering, setiap hari, biasanya ban akan botak setelah beberapa bulan. Jadi kita anjurkan tetap mengganti ban,” katanya.
Dari Indonesia hingga Pasar Ekspor
Pengujian dengan ribuan paku juga menjadi bagian dari upaya M-One mengingatkan kembali mengenai penggunaan produk sekaligus kualitas yang ingin diperlihatkan kepada konsumen.
“Ini untuk mengingatkan kembali bahwa kita punya produk yang berkualitas dan tidak main-main dengan produk,” kata Trisaputra.
M-One Super Tyre Sealant saat ini didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia, dengan Jakarta menjadi salah satu pasar utamanya. Produk tersebut juga telah dipasarkan ke luar negeri, antara lain Mexico dan Turki, dengan pembelian ulang yang masih berlangsung.
Produksi M-One dilakukan di fasilitas perusahaan yang berada di Batu Ceper, Tangerang.
Ke depan, perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas otomotif, terutama komunitas sepeda motor. Aktivitas touring menjadi salah satu perhatian karena perjalanan jarak jauh dapat mempertemukan pengendara dengan berbagai kondisi jalan, termasuk kemungkinan adanya benda tajam yang dapat mengenai ban.
Bagi konsumen, pengujian seperti ini memberikan gambaran mengenai cara kerja cairan pelindung ban ketika menghadapi kebocoran akibat tusukan. Pada saat yang sama, penggunaan produk tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari perawatan kendaraan, bukan pengganti kondisi ban yang sudah tidak layak digunakan.
“Yang penting kita punya kepercayaan customer. Banyak merek di luar sana yang belum tentu seperti yang diharapkan. Kalau kita, bisa dilihat sendiri pembuktiannya,” pungkas Trisaputra.
M-One Super Tyre Sealant merupakan cairan pelindung ban yang dirancang untuk membantu mengurangi risiko kehilangan tekanan akibat kebocoran atau tusukan. Formula berbasis air tersebut dapat digunakan pada kendaraan roda dua maupun roda empat.