Otosia.com "Ia baru berusia 11 tahun dan ia amat bersemangat. Itu yang saya bangga padanya dan ia ingin tampil pada seri kejuaraan Eropa lainnya," kata Art Sasabone, ayah Andhika, ketika berbincang dengannya di Jakarta, Senin.
Advertisement
"Piala itu begitu kecil tapi amat indah dan seri perlombaan Eropa itu ditoreh pada tepi piala," kata Art, mantan pembalap era Chandra Alim dan Hutomo MP, yang selanjutnya akan membawa putranya ke Chiavenna, Italia, Agustus mendatang.
Andhika, putera ketiga dari empat bersaudara dari ayah Art dan ibu Yattie Sasabone, lahir di Jakarta 15 Mei 1997 dan baru lulus sekolah Tiara Bangsa International School di Jakarta Timur.
Pada perlombaan di Wohlen, Andhika yang beberapa kali tampil di Sirkuit Sentul serta di Malaysia dan di Macau, berlaga bersama 27 pembalap lain, semuanya berasal dari Eropa dan hanya Andhika yang dari Asia.
"Saya ingin berlomba di putaran selanjutnya di Italia," kata Andhika seperti diutarakan Art dan setelah itu ia mengikuti seri putaran go-kart di Macau dan Malaysia, namun sebelumnya akan tampil dalam kejuaraan karting Asia di Sentul.
"Ia diwawancarai di Wohlen dan karena ia kebetulan ikut sekolah internasional, ia dapat menjawab dengan lancar pertanyaan wartawan. Kami seperti jadi tamu istimewa saja di sana, kami dijamu dan dibawa keliling sirkuit," kata Art mengomentari puteranya yang akan melanjutkan sekolah di Singapura.
Art menuturkan, tiga putranya yang lain, Novarthi Ayu Resti, Dwi Indah Lestari dan Ryan Vicendro, tidak ada yang mengikuti jejaknya sebagai pembalap. "Hanya Andhika, jadi saya saja yang menjadi pelatihnya di Jakarta," kata Art sedangkan ketika di Wohlen ia membawa dua mekanik dari Indonesia.
Dengan mulai tampilnya Andhika di kancah perlombaan Eropa, maka satu lagi putera Indonesia yang diharapkan kelak mengharumkan nama negara dan bangsa di kancah internasional, khususnya dari bidang olahraga otomotif, seperti yang sudah dilakukan beberapa atlet lainnya. (*/cax)