Otosia.com Tiga aspek penting yang harus diperhatikan setiap pengendara Akibat kedisiplinan pengendara yang masih rendah, jalan raya kini seolah telah berubah menjadi rimba raya yang setiap saat mengancam jiwa.
Saling serobot dan tidak mau mengalah akibat luas volume jalan yang terbatas dibandingkan pertumbuhan kendaraan menjadi pemandangan sehari-hari di kota-kota besar. Hal tersebut belum lagi diperparah dengan kondisi kendaraan yang tidak layak jalan.
Tidak heran jika Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memiliki catatan yang memprihatinkan soal kecelakaan lalu lintas. Pada tahun lalu sebanyak 25.157 jiwa melayang sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas. Dengan kata lain ada 80 orang tewas setiap hari atau 3 orang meninggal dunia di jalan raya dalam satu jam.
Advertisement
Data Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) lain lagi. Kecelakaan pengendara sepeda motor mencapai 120.226 kali atau 72% dari seluruh kecelakaan lalu lintas dalam setahun.
Terkait dengan hal itu, Joel D Mastana professional safety riding trainer menyatakan pentingnya standarisasi berkendara yang sama di seluruh Indonesia agar setiap pengendara punya pemahaman yang sama selama berada di jalan raya. Standarisasi ini akan menjadi komunikasi yang baik dan benar serta sebagai bahasa universal bagi para pengguna jalan.
"Standarisasi ini dibagi dalam tiga aspek penting yang harus diperhatikan setiap pengendara yaitu Search, Evaluate dan Execute. Ketiga aspek ini wajib dipahami oleh setiap pengendara karena kondisi lalu lintas di negara kita sudah seperti di rimba raya," ungkap Joel dalam diskusi bikers bertema "Mari Berbagi Jalan", di Soulkitchen Café, Kemang Jakarta Selatan, Minggu (12/5).
Search yaitu pengendara perlu melihat potensi risiko kecelakaan, sehingga tidak hanya menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara seperti jaket, helm dan sarung tangan, namun juga persiapan kendaraan, fisik, serta mentalnya.
"Jangan pernah juga mengabaikan persiapan kendaraan. Demikian pula fisik dan mental yang diupayakan selalu siap untuk menghadapi berbagai kondisi saat berkendara," jelas Joel.
Evaluate, artinya pengendara perlu mengetahui dan memperkirakan pergerakan kendaraan lain. Pengendara harus selalu bersikap waspada dengan melihat sekelilingnya depan, samping, dan belakang melalui kaca spion dan melakukan tengok untuk mengkonfirmasi keselamatan. "Di jalan raya, kita harus selalu "melihat" dan "terlihat"," jelasnya lagi.
Sedangkan execute, hasil dari evaluasi yang diakhiri dengan refleks dan eksekusi yang tepat. "Dalam waktu dua detik, pengendara harus melakukan eksekusi yang tepat secara otomatis," tegasnya.
 (kpl/nzr/sno)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509552/original/040108400_1771730281-internet_gratis.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3971663/original/079830200_1647955457-WhatsApp_Image_2022-03-22_at_10.34.07_AM.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5515712/original/010305300_1772186396-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-27T165531.689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5306173/original/017031900_1754378146-KIP.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/1916328/original/082681500_1659276809-Screenshot_2022-07-31_211305.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3741607/original/094960000_1639911763-0000419075.jpg)