Otosia.com Biasanya, dalam penilaian mengendarai moge, pertanyaannya tentu saja seputar penilaian sang biker sebagai pemegang kontrol terhadap kemudi. Pembahasannya tentu tentang rasa tenaga, suspensi, posisi duduk, bagaimana posisi setang, dan semacamnya, apalagi jika itu adalah motor touring.
Namun kali ini kami ingin memberikan gambaran lain tentang bagaimana jika penilaian itu datang dari seorang pembonceng, bukan biker, saat berada di atas moge. Toh, touring sering pula juga kan dilakukan berdua di atas motor?
Penilaian ini pun hanya sebagai salah satu contoh saja, tidak mewakili semua pembonceng, terutama perempuan. Namun, menurut sumber kami yang bernama Dhiana Mafa Suwardi, sejumlah moge memang menyuguhkan kenikmatan tersendiri, terutama dalam posisi membonceng.
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3776239/original/050139400_1640077588-dhiana_mafa_suwardi_oto_seleb_2-20130621-005-otosia.jpg)
Dhiana yang kerap mendukung acara yang digelar oleh brand semacam Harley Davidson, Kawasaki, dan Ducati ini punya satu kesan khusus terhadap sebuah merek motor yang pernah ia boncengi. Ia menyebut nama BMW GS 1000.
"Aku pecinta motor, tapi enggak bisa bawa motor. Suka banget diboncengin naik motor. Paling suka apalagi kalau motor-motor balap, itu suka banget. Harley, balap, anything, apa aja aku suka," ungkap pemeran sejumlah sinetron FTV yang juga model sejumlah sesi pemotretan ini.
Dari sekian perjalanannya sebagai pembonceng, Dhiana rupanya paling berkesan terhadap touring yang digelar di kawasan Sulawesi. Perjalanan yang memakan waktu lebih kurang delapan jam itu pun menjadi petualangan yang memberi kesan tersendiri terhadap moge BMW yang dikendarai berdua dengan si pemilik.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3776240/original/093790200_1640077589-dhiana_mafa_suwardi_oto_seleb-20130621-001-otosia.jpg)
"Riding-nya beda-beda. Tapi sebenarnya kalau diboncengin aku lebih suka BMW, yang GS ya. Pernah touring dari Makassar-Toraja, delapan jam. Itu seharusnya aku naik mobil tapi aku minta diboncengin dan itu enak banget," ungkapnya.
Dalam sudut pandang kami, Dhina memang sosok yang suka petualangan sehingga cocok saat membahas touring. Dia sendiri doyan ngebut, dan dipraktikkan pada mobil-mobil koleksi ayahnya, seperti Honda Civic, Mazda Capela, hingga Mazda Cronos.
Dalam penilaiannya pun, "nyaman" menjadi pembonceng tidak melalui 100 persen duduk nyaman di belakang, tetapi juga ingin merasakan adrenalin tersendiri saat menemani sang biker.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3776241/original/038349100_1640077591-dhiana_mafa_suwardi_oto_seleb_3-20130621-004-otosia.jpg)
"Kalau Harley, kita kan terlalu nyaman dengan jok-nya. Jadi kurang seninya. Adrenalinnya kurang deras. Jadi BMW ini, aku naik-naik gunung, jalan ancur-ancur gitu (memberikan sensasi berbeda). Waktu itu acaranya touring oleh Ikatan Motor Besar Indonesia. Itu yang benar-benar mepet aspal, ya mepet aspal banget waktu lewat tikungan," ulasnya.
Nah, bagaimana menurut Anda? Sekali lagi, ini cuma satu sudut pandangan penilaian saja.
(kpl/nzr/why/abe):strip_icc()/kly-media-production/medias/5469823/original/098443000_1768186644-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-12T093519.321.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469703/original/032621500_1768177223-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-12T071712.357.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477256/original/070992800_1768813366-bansos_pkh_2026_-_klaim_cek.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3086177/original/002142600_1585217535-Bank_Indonesia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/1916328/original/082681500_1659276809-Screenshot_2022-07-31_211305.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3776238/original/062467900_1640077586-0000410025.jpg)
