Badai-badai Menghantam Penjualan Sepeda Motor

Selepas badai kenaikan uang muka, yang lalu dilanjutkan dengan kenaikan uang muka pula untuk sistem syariah, kini penjualan sepeda motor perlahan-lahan terhantam badai kenaikan BBM bersubsidi.

Diterbitkan 29 Juni 2013, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Otosia.com Selepas badai kenaikan uang muka, yang lalu dilanjutkan dengan kenaikan uang muka pula untuk sistem syariah, kini penjualan sepeda motor perlahan-lahan terhantam badai kenaikan BBM bersubsidi dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter.

Datangnya badai-badai secara berurutan itu pula yang membuat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menyebut penjualan sepeda motor bisa turun dengan hanya meraih penjualan 6,3 juta unit untuk tahun 2013 ini.

"Masih dilihat dulu seperti apa, tapi kemungkinan flat seperti tahun lalu. Bisa juga turun dengan penjualan 6,3 juta-6,5 juta unit," ungkap pimpinan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia.

Penjualan sepeda motor sendiri saat ini sudah mendekati setengah dari penjualan pada tahun 2012 yang mencapai 7 juta unit lebih. Hingga bulan Mei lalu, total penjualan sepeda motor tercatat 3,27 juta unit.

Deretan Mio J Teen

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia memperkirakan bahwa penurunan penjualan terjadi di motor dengan harga di bawah Rp 14 jutaan. Sementara itu, mereka menyebut bahwa skutik masih menjadi produk terlaris dari sekian jenis motor yang diperdagangkan di Indonesia.

Pada tahun 2013, penjualan motor pun diprediksi turun dari raihan tahun lalu. Angka ini diutarakan dengan melihat penurunan penjualan sepeda motor pada tahun 2011 dibanding tahun lalu. Kala itu, penjualan turun 11,2 persen dari 8,034 juta unit menjadi 7,141 juta unit. [initial]

Baca Juga

BBM Naik, Orang Masih Akan Beli Skutik

Sudah Lebih dari 3 Juta Motor Terjual di Indonesia

Adira ‘Nyrudug’ Bonus di PRJ

Pulau Jawa Masih Pasar Subur Motor Bekas Adira

 (kpl/wh
y/rd)
Redaksi Otosia, Ahmad KhoirudinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan