Apa Istimewanya Suspensi Depan Upside-down?

Secara kasat mata, suspensi upside-down terlihat seperti suspensi teleskopik atau biasa yang dibalik. Lantas, apa kelebihan suspensi upside down?

Diterbitkan 28 Juni 2018, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Paling sering ditanyakan
  • Apa itu suspensi upside-down?
  • Apa kelebihan utama suspensi upside-down?
  • Apa saja kekurangan suspensi upside-down?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Otosia.com Suspensi depan upside-down kerap menjadi nilai plus dari sebuah sepeda motor. Biasanya, jenis ini digunakan pada motor high-performance. Meski demikian, ada juga beberapa motor entrt-level yang juga dibekali suspensi upside-down.

Secara kasat mata, suspensi upside-down terlihat seperti suspensi teleskopik atau biasa yang dibalik. Jadi, inner tube atau pipa kecil berada di bawah, sedangkan outer tube yang diameternya lebih besar berada di atas.

Lantas, apa kelebihan suspensi upside down? Dilansir dari Bikesmedia.in, peredam kejut jenis ini diklaim lebih stabil ketimbang teleskopik ketika sepeda motor melaju dalam kecepatan tinggi. Meski demikian, ada juga motor adventure yang menggunakan suspensi upside down, salah satunya BMW G310GS.

Kelebihan lainnya, suspensi upside down menawarkan handling yang lebih baik. Karena diameter outer tube yang lebih besar, kostruksi bagian depan sepeda motor pun semakin kuat.

Sayangnya, untuk meningkatkan stabilitasnya, pantulan suspensi upside down menjadi lebih keras. Selain itu, harga yang dipatok lebih mahal ketimbang suspensi teleskopik. Seal oli suspensi juga lebih cepat rusak karena ada pengaruh gravitasi.

 (kpl/crn)