Otosia.com Membahas motor tak lepas dari sistem penghenti laju kendaraan alias rem. Untuk era sekarang teknologi pengereman kendaraan sudah berkembang pesat, sudah ada teknologi sensor yang menjamin ban tidak selip. Bahkan kabarnya sudah ada teknologi pengereman otomatis, kendaraan akan berhenti sendiri ketika sensornya menangkap ada objek di depannya.
Terlepas dari teknologi pengereman yang sudah "canggih", sebenarnya seperti apa sejarah dari rem itu sendiri? Khususnya untuk sepeda motor.
Di mulai tahun 1890an teknologi pengereman kendaraan masih sangat sederhana, hanya berbentuk balok kayu yang ditempelkan ke roda, sehingga menimbulkan gesekan untuk memperlambat kendaraan. Karena saking sederhananya jadi teringat ketika ada anak yang naik sepeda yang tidak ada remnya, maka untuk menghentikan sepeda tersebut ia menggesekan sandalnya ke roda depan.
Advertisement
Selang sepuluh tahun kemudian, pada 1902, Louis Renault menemukan pengereman tromol atau rem drum. Sistem penghentiannya dengan sepatu rem di dalam tabung yang membuat sistem pengereman ini sangat efektif di zamannya. Bahkan untuk sejumlah motor yang beredar di pasaran tanah air sekarang ini masih menggunakan pengereman ini.
Â
Masih di tahun yang sama, William Lanchester dari Inggris mematenkan jenis rem baru yakni cakram. Modelnya lebih sederhana dan mampu membuang panas lebih cepat.
Sayangnya, pada saat itu konsep tersebut belum bisa diterima, karena pengereman cakram dengan bentuk terbuka membuat debu mudah mengotori sepatu rem, lagipula ketika itu belum diperlukan rem yang mampu melepas panas secara cepat.
Â
Â
Kemudian memasuki era 1910-an, kegilaan orang akan balap mulai berkembang. Sistem rem pun lantas mengalami lompatan yang signifikan di tahun 1918, Malcolm Loughead, salah satu pendiri Lockheed Aircraft Corporation menemukan sistem hidrolik. Memanfaatkan hukum bejana dari Bernoulli, Sistem rem hidrolik memungkinkan kita mengerem dengan tenaga lebih sedikit.
Â
Â
Â
Memasuki era 1950-an pabrikan mobil Chrysler pun menjadi pabrikan pertama yang mengaplikasikan rem cakram yang digabung dengan sistem hidraulis. Sistem pengereman ini menjadi perangkat yang sangat mumpuni di eranya sampai sekarang.
Â
Â
Sistem pengereman cakram dengan hidrolik untuk sepeda motor tergolong sangat lambat, pasalnya baru di tahun 1969 pengereman ini diterapkan untuk kendaraan roda dua. Sebagai pendobrak pertama kali motor berperangkat rem cakram adalah Honda CB750 pada tahun 1969. CB750 adalah motor racing pertama yang memakai sistem cakram buat pengereman namun pada waktu itu piringan cakramnya belum ada lubangnya.
Â
Â
Seiring dengan perkembangannya, teknologi pengereman pun terus berkembang dari cakram dengan satu kaliper kita bisa empat bahkan lebih. Sampai pada teknologi Anti-lock braking system (ABS) yang kini mulai diwajibkan untuk motor baru di sejumlah negara.
Â
Â
Â
Nah kira-kira seperti itu sejarah singkat sistem pengereman sepeda motor dari masa ke masa, sampai sekarang.
Â
 (kpl/rd)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5271499/original/072014000_1751512740-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__17_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4214314/original/049594200_1667531813-011056000_1662971922-Bus_Transjakarta_Kembali_Beroperasi_24_Jam-merdeka-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4739432/original/024832700_1707531268-20240210-Sembahyang_Imlek-ANG_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/1916328/original/082681500_1659276809-Screenshot_2022-07-31_211305.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3719788/original/040504500_1639710867-0000447962.jpg)
