Belum Resmi Dirilis, Gesits Sudah Dipepet Sepeda Motor Listrik Lincah

Sepeda motor listrik buatan lokal identik dengan Gesits. Tapi sayangnya si Gesits yang belum resmi diluncurkan itu sudah kedatangan pesaing baru, namanya Lincah

Diterbitkan 30 Januari 2019, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Otosia.com Sepeda motor listrik buatan lokal identik dengan Gesits. Tapi sayangnya si Gesits yang belum resmi diluncurkan itu sudah kedatangan pesaing baru, namanya Lincah.

Lincah juga produksi lokal dari Lincah Group. Sepeda motor listrik Lincah ini baru saja dikenalkan hari ini, Rabu (30/1/2019) siang, saat agenda Masyarakat Konservasi & Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI), di BSD, Tangerang.

Kepala Engineering Lincah Group, Kristian Sutikno menjelaskan bahwa bukan hanya jenisnya yang serupa, tapi wujud Lincah juga sama dengan Gesits, yakni skuter matik. Lincah juga disebut menggunakan komponen dalam negeri hingga 60 persen dan dirakit di Pusat Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Jakarta Timur.

"Motor Iistrik ini diharapkan bisa memenuhi kandungan lokalnya hingga 60%, bahan-bahan dengan kandungan lokal tersebut diantaranya berupa motor listrik, baterai, kontroler, dan desain," ungkap Kristian.

Sementara beberapa bahan lainnya pihaknya masih harus mengimpor dari luar seperti shock absorber, panel display dan lain-lain.

Kristian juga menambahkan bahwa motor listrik Lincah ini memiliki beberapa keunggulan seperti mampu melakukan pengisian kembali pada saat melakukan pengereman atau deselerasi, sehingga tidak ada energi yang terbuang.

 

Keunggulan lainnya yaitu motor ini menggunakan dua buah baterai, sehingga bisa lebih tahan lama penggunaannya dan yang terpenting dapat menghindari overheat. Menurut Kristian, tantangan terberat dari baterai listrik ini yaitu faktor cuaca di Indonesia.

"Di Indonesia ini kan cuma ada 2 cuaca yaitu cuaca panas dan panas banget, nah sementara baterai-baterai ini biasanya kan dikembangkan di negara 4 musim yang ada musim saljunya, jadi memang belum teruji ketahanannya untuk di cuaca macam Indonesia. Oleh karena itu, kami menggunakan 2 baterai pada motor Lincah ini, sehingga saat 1 baterai digunakan maka 1 baterai lainnya akan diistirahatkan atau didinginkan," imbuh Kristian.

 

Masing-masing baterai motor Lincah ini berdaya 1 kWh. Dengan menggunaka dua baterai, Lincah diklaim mampu menjangkau jarak 100-120 kilometer. Jika disamakan dengan mesin bensin, tenaga sepeda motor listrik ini setara dengan kapasitas mesin 100cc. Hanya saja konsumsi energinya hanya 30 persen, jik dibandingkan dengan konsumsi energi mesin bensin.

Dengan tenaga tersebut, motor Lincah ini diklaim mampu melaju hingga 70 km/jam. Lincah dibekali rem cakram di kedua rodanya untuk sistem pengereman.

Motor listrik Lincah ini diperkirakan akan siap dipasarkan pada akhir April mendatang. Saat ini pihaknya sedang mengurus beberapa dokumen terkait.

 

 (kpl/ikb/tys)