Otosia.com Sebelum masuk ke dunia industri otomotif, Holden mengawali bisnisnya sebagai produsen sadel pada 1856.
Kemudian, perusahaan yangi didirikan oleh James Holden itu melakukan ekspansi ke otomotif. Edward, cucu dari James, ikut bergabung di perusahaan.
Produksi pertama berupa bodi sespan sepeda motor. Edward punya hasrat membawa perusahaan untuk memproduksi mobil.
Advertisement
Dengan bendera Holden Motor Body Builders (HMBB) pada 1920-an, perusahaan memasok 12.000 unit bodi mobil per tahun untuk Ford dan GM.
Sayang, depresi besar membuat kondisi pasar kurang sehat. Dan pada 1930, HMBB mampu memproduksi 34.000 unit.
Setahun kemudian, HMBB dibeli oleh GM dan digabung dengan GM Australia dengan nama perusahaan General Motors-Holden. Mobil produksi pertama diproduksi pada 1948 dengan sebutan 48-215.
Dalam lima tahun, prestasi besar diukir, di mana Holden terjual total 120 ribu unit dengan berbagai model, mulai dari sedan, taksi sedan, dan model van.
Model kedua Holden, yakni FJ diluncurkan 1953 merupakan facelift dari 48-215. Tampilan bodi cukup gahar dengan mesin 2.2L lurus-enam dengan tenaga 60 sampai 65 dk.
Di luar dugaan, dalam tiga tahun terjual total 170 ribu unit dan menjadi salah satu ikon mobil Australia.
Pada 1956, Holden FE diluncurkan dan dua tahun kemudian facelift masuk pasar dengan nama FC.
Ini juga menandakan Holden mulai memasuki pasar luar negeri, meski pasarnya Asia Tenggera (termasuk Indonesia) dan Afrika. Pasar dalam negeri memberi konstribusi sampai 50 persen lebih.
Model demi model dengan teknologi canggih terus bergulir dari Holden. Termasuk Holden Torana pada 1974 dipasangi mesin gahar V8 5.0L.
Dimulai dengan model FB di awal 1960 dengan masuknya pesaing GM juga dari Amerika, yakni Ford dengan modelnya Ford Falcon.
Dan sukses terbesar diraih melalui Commodore VT pada 1997 di mana konsumen dari Ford Falcon pada beralih. Hingga hari ini, Ford Falcon masih bertarung melawan Holden Commodore.
Untuk menjaga pasarnya, Holden pun menggandeng produsen mobil Jepang. Diawali dengan Isuzu pada 1980-an dengan meluncurkan beberapa model.
Sayang, kondisi pasar tidak berjalan mulus, sehubungan dengan masuknya produk unggulan dari Ford diikuti kebangkitan pabrikan mobil Jepang.
Selain dengan Isuzu, Holden juga pernah bermitra sama Toyota. Strategi pasar sama, menjual beberapa model Toyota dengan label Holden. Tapi kerja sama itu hanya bertahan sampai pertengahan 1990-an.
Masuk dekade 2000, pasar Holden di kandang sendiri disalip Toyota. Kerugian pun mulai menjangkit di perusahaan Holden. Melihat harga saham terus merosot, GM pun melakukan regorganisasi, tetap tidak tertolong sampai gaji pekerja pun harus dipotong.
Pada 2016 ini pun Holden akan berhenti membuat mobilnya di tanah Australia.
(kpl/fdk)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466691/original/050084900_1767851710-bank_Aceh.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478163/original/059168000_1768893330-budidaya_ikan_klaim.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/1916328/original/082681500_1659276809-Screenshot_2022-07-31_211305.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3729280/original/012143400_1639782992-0000436863.jpg)
