Untung Rugi Beli Mobil Listrik Bekas

Ingin membeli mobil listrik bekas? Ketahui dulu untung rugi beli mobil listrik bekas dan harga pasaran.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 20:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Paling sering ditanyakan
  • Mengapa mobil listrik bekas semakin populer di Indonesia?
  • Apa saja keuntungan utama membeli mobil listrik bekas?
  • Apa saja kerugian atau risiko membeli mobil listrik bekas?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Mobil Listrik kini semakin populer di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan dan efisiensi energi.

Tidak hanya mobil listrik baru, pasar mobil listrik bekas juga mulai berkembang pesat karena harganya jauh lebih terjangkau dibanding unit baru. Banyak konsumen mulai melirik kendaraan listrik second sebagai alternatif kendaraan harian yang hemat biaya operasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai merek mobil listrik seperti Nissan, Hyundai hingga Wuling sudah hadir di pasar Indonesia. Seiring waktu, unit-unit tersebut mulai masuk ke pasar mobil bekas dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga barunya.

Misalnya, mobil listrik bekas seperti Nissan Leaf atau Hyundai Ioniq Electric kini dapat ditemukan di kisaran harga ratusan juta rupiah, jauh lebih murah dibanding harga saat pertama diluncurkan.

Namun sebelum memutuskan membeli mobil listrik bekas, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami. Seperti kendaraan bekas pada umumnya, mobil listrik juga memiliki keuntungan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dengan matang.

Berikut ulasan lengkap, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (10/3/2026).   

 

Keuntungan Membeli Mobil Listrik Bekas

Membeli unit bekas pakai tentu memberikan sejumlah keunggulan yang tidak didapatkan saat membeli unit baru di diler.

Berikut adalah beberapa poin utamanya:

Harga Jauh Lebih Terjangkau

Salah satu aspek paling menarik dari untung rugi beli mobil listrik bekas adalah harganya. Data pasar tahun 2026 menunjukkan bahwa mobil listrik mengalami depresiasi atau penyusutan harga yang lebih tajam dibandingkan mobil bensin (ICE).

Untuk unit berusia 2-3 tahun, harganya bisa turun hingga 30% - 45% dari harga OTR awal. Ini adalah peluang emas bagi Anda yang ingin beralih ke gaya hidup ramah lingkungan dengan budget terbatas.

Bebas Aturan Ganjil Genap

Keuntungan ini tetap menjadi magnet utama, terutama bagi warga Jakarta. Mobil listrik, baik baru maupun bekas, mendapatkan keistimewaan untuk melintas di jalur ganjil genap kapan saja. Ini tentu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan Anda secara signifikan.

Biaya Operasional yang Sangat Rendah

Meskipun unitnya bekas, biaya "mengisi bensin" tetap akan hilang dari pos pengeluaran bulanan Anda. Biaya pengisian daya listrik per kilometer jauh lebih murah dibandingkan membeli BBM.

Selain itu, pajak kendaraan tahunan (PKB) untuk mobil listrik di Indonesia masih mendapatkan insentif besar sehingga biayanya sangat ringan.

Perawatan yang Minim

Mesin listrik tidak memiliki komponen bergerak sebanyak mesin bensin. Anda tidak perlu memikirkan ganti oli mesin, ganti busi, filter bahan bakar, atau transmisi yang kompleks. Perawatan rutin biasanya hanya berfokus pada filter AC, ban, rem, dan pengecekan sistem pendingin baterai.

Kerugian Membeli Mobil Listrik Bekas

Di balik segala kemudahan tersebut, ada beberapa risiko yang wajib diantisipasi agar Anda tidak salah langkah.

Penurunan Kesehatan Baterai

State of Health (SoH) baterai akan menurun seiring pemakaian dan pola pengisian daya pemilik sebelumnya. Jika pemilik pertama sering menggunakan Fast Charging secara berlebihan atau sering membiarkan baterai hingga 0%, degradasi baterai akan lebih cepat terjadi.

Masa Garansi yang Berkurang

Pabrikan seperti Wuling atau Hyundai biasanya memberikan garansi baterai hingga 8 tahun. Saat membeli unit bekas, Anda hanya mendapatkan sisa masa garansi tersebut.

Jika terjadi kerusakan setelah masa garansi habis, biaya penggantian baterai bisa mencapai 40% - 50% dari harga mobil.

Teknologi yang Cepat Usang

Perkembangan teknologi EV sangat masif. Mobil listrik keluaran 2022 mungkin terasa tertinggal fiturnya dibandingkan model 2026, terutama dalam hal kecepatan pengisian daya (charging speed) dan efisiensi manajemen energi.

Infrastruktur Pengisian Daya

Meskipun jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) terus bertambah di Indonesia, ketersediaannya masih belum merata di semua daerah.

Perbandigan Harga

Berikut adalah estimasi harga berdasarkan pantauan pasar diler resmi dan situs jual beli mobil bekas terpercaya.

Model Mobil Harga Baru OTR 2026 (Mulai Dari) Estimasi Harga Bekas (2022-2024)
Wuling Air EV Lite Rp214.000.000 Rp110.000.000 - Rp140.000.000
Wuling Air EV Long Range Rp307.500.000 Rp160.000.000 - Rp190.000.000
Hyundai Ioniq 5 Prime Standard Rp809.000.000 Rp380.000.000 - Rp430.000.000
Hyundai Ioniq 5 Signature Long Rp925.600.000 Rp450.000.000 - Rp530.000.000
BYD Dolphin Rp369.000.000 Rp280.000.000 - Rp310.000.000

Â