Motor Listrik Ditinggal Lama Saat Mudik? Ini Tips Agar Tidak Rusak

Motor listrik tidak dipakai lama bisa berisiko rusak jika tidak disimpan dengan benar. Berikut tips aman meninggalkan motor listrik berdasarkan panduan Polytron

Diterbitkan 16 Maret 2026, 14:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Paling sering ditanyakan
  • Mengapa motor listrik perlu dirawat saat ditinggal bepergian lama?
  • Kapan MCB motor listrik sebaiknya dimatikan saat ditinggal bepergian?
  • Berapa kapasitas daya baterai yang ideal saat motor listrik disimpan dalam waktu lama?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Motor listrik kini semakin populer di Indonesia karena dianggap lebih hemat biaya operasional, ramah lingkungan, dan memiliki teknologi yang lebih modern dibandingkan motor konvensional berbahan bakar bensin.

Bagi banyak pengguna, motor listrik sering digunakan untuk aktivitas harian seperti pergi ke kantor, berbelanja, atau mobilitas di perkotaan.

Namun ada kalanya kendaraan ini tidak dipakai dalam waktu cukup lama, misalnya saat pemilik bepergian mudik lebaran, liburan panjang, perjalanan dinas, atau memiliki kendaraan lain sebagai alternatif transportasi.

Meski terlihat sederhana, menyimpan motor listrik terlalu lama tanpa perawatan yang tepat dapat menyebabkan beberapa komponen mengalami penurunan performa.

Masalah yang paling sering terjadi biasanya berkaitan dengan baterai, sistem kelistrikan, hingga kondisi komponen mekanis lainnya.

Padahal, dengan perawatan yang benar, motor listrik tetap bisa dalam kondisi prima meskipun tidak digunakan selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan.

Berikut ulasan lengkapnya, dirangkum Liputan6.com dari sumber Polytron pada Senin (16/3/2026).

Tips Merawat Motor Listrik

Berdasarkan panduan resmi dari Polytron Indonesia, terdapat beberapa langkah kunci yang harus dilakukan agar kendaraan Anda tetap aman dan siap tempur saat Anda kembali. Berikut Tips merawat motor listrik saat ditinggal bepergian lama: 

Tidak Mematikan MCB Motor Listrik

MCB motor listrik sebaiknya tidak dimatikan jika mudik hanya dilakukan selama 1–2 minggu. Dengan membiarkannya tetap aktif, sistem GPS pada aplikasi tetap berfungsi sehingga posisi kendaraan bisa dipantau secara real-time untuk mengantisipasi risiko pencurian

Namun, disarankan untuk mematikan MCB pada motor listrik jika bepergian lebih dari 1 bulan.

MCB berfungsi untuk memutus aliran listrik pada kendaraan sehingga sistem kelistrikan tidak aktif. Dengan mematikan MCB, risiko terjadinya korsleting listrik dapat diminimalkan. 

Gunakan Kunci Ganda untuk Keamanan

Keamanan kendaraan juga harus menjadi perhatian utama ketika motor listrik ditinggal dalam waktu lama. Selain menggunakan kunci kontak bawaan, pemilik motor disarankan menambahkan kunci pengaman tambahan seperti: kunci gembok rantai, kunci cakram, sistem alarm tambahan. 

Penggunaan kunci ganda dapat mempersulit pencuri untuk membawa kendaraan sehingga memberikan perlindungan ekstra saat motor ditinggalkan di rumah.

Gunakan Standar Tengah

Saat motor listrik disimpan dalam waktu lama, posisi parkir juga harus diperhatikan.

Disarankan untuk menggunakan standar tengah saat memarkir kendaraan. Posisi ini membantu menjaga tekanan ban tetap merata dan mencegah ban kempes akibat beban yang terlalu lama bertumpu pada satu sisi.

Simpan Motor di Tempat Tertutup

Lokasi penyimpanan juga sangat mempengaruhi kondisi motor listrik.

Motor sebaiknya disimpan di tempat yang: Tertutup seperti garasi, terhindar dari hujan, tidak terkena sinar matahari langsung dan minim debu. 

Jika tidak memiliki garasi, pemilik kendaraan dapat menggunakan cover motor atau penutup kendaraan yang tahan air dan debu. 

Isi Daya Sekitar 50% dari Kapasitas

Jangan tinggalkan motor dengan baterai kosong atau terlalu penuh. Sebelum disimpan dalam waktu lama, cukup isi daya hingga setengah kapasitas (50%) demi menjaga stabilitas sel baterai

Aktifkan Fitur Alarm

Beberapa tipe motor listrik sudah dilengkapi dengan fitur alarm, fitur ini dapat membantu keamanan lebih maksimal.

Aktifkan alarm keyless sebagai tambahan sistem keamanan. Dengan fitur ini, motor Anda akan lebih terlindungi dari percobaan pencurian karena adanya deteksi dini terhadap gangguan.

Cek Tekanan Ban

Cek dan atur tekanan ban ke kondisi standar sebelum motor disimpan. Ban yang terisi cukup akan mencegah deformasi (perubahan bentuk) dan memudahkan Anda saat ingin menggunakan kendaraan kembali nanti.