Diklaim Lebih Efisien dari Mobil Listrik, Isuzu dan Toyota Bakal Punya Mobil Niaga Hidrogen

Isuzu dan Toyota kembangkan truk hidrogen berbasis Elf EV untuk efisiensi logistik.

Diterbitkan 15 April 2026, 13:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Paling sering ditanyakan
  • Kolaborasi apa yang dilakukan Isuzu dan Toyota terkait truk ringan?
  • Kapan target produksi truk hidrogen ini dimulai?
  • Apa keunggulan truk hidrogen dibandingkan kendaraan listrik berbasis baterai untuk logistik?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Isuzu dan Toyota kembali memperkuat kolaborasi mereka dengan mengembangkan truk ringan berbasis hidrogen. Proyek ini merupakan pengembangan lanjutan dari kerja sama sebelumnya, dengan memanfaatkan platform Isuzu Elf EV dan teknologi fuel cell generasi terbaru dari Toyota. Truk ini dirancang untuk mendukung kebutuhan logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan target produksi dimulai pada tahun fiskal 2027, khususnya untuk pasar Jepang yang infrastrukturnya lebih siap.

Kolaborasi Teknologi Isuzu dan Toyota

Dalam proyek ini, mengutip Autoindustriya pada Rabu (15/4/2026), Isuzu berperan menyediakan platform kendaraan truk ringan Elf EV, sementara Toyota menyumbangkan teknologi hydrogen fuel cell generasi ketiga. Pendekatan ini memungkinkan kedua perusahaan memanfaatkan komponen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang sudah ada, lalu menggabungkannya dengan sistem fuel cell.

Strategi berbagi teknologi ini tidak hanya mempercepat pengembangan, tetapi juga membantu menekan biaya produksi, sekaligus mendukung target pengurangan emisi di sektor logistik.

Keunggulan Truk Hidrogen untuk Kebutuhan Logistik

Truk ringan sering digunakan untuk distribusi barang, termasuk pengiriman produk beku yang membutuhkan kendaraan berpendingin. Dalam konteks ini, teknologi hidrogen dinilai memiliki keunggulan dibanding kendaraan listrik berbasis baterai.

Pengisian energi berbasis hidrogen dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pengisian baterai, serta menawarkan jarak tempuh yang lebih panjang. Hal ini membuat operasional kendaraan menjadi lebih efisien, terutama untuk kebutuhan distribusi dengan intensitas tinggi.

Arah Pengembangan dan Tantangan Infrastruktur

Produksi truk hidrogen berbasis Isuzu Elf ini ditargetkan mulai pada tahun fiskal 2027. Namun, untuk tahap awal, proyek ini kemungkinan besar akan difokuskan di Jepang.

Hal ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur hidrogen di berbagai negara, yang masih menjadi tantangan utama dalam adopsi teknologi fuel cell secara global.