Tips Mengemudi Saat Hujan

Mengemudi saat hujan membutuhkan perhatian tersendiri, terutama jika saat hujan deras.

Diterbitkan 09 Februari 2016, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Otosia.com Kelalaian dalam mengemudi saat hujan tentunya dapat berakibat fatal, namun hal tersebut dapat dihindari jika sang pengemudi memahami teknik mengemudi yang dibutuhkan dan mobil berada dalam kondisi terawat dengan baik. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan

Periksa kondisi tekanan udara dalam ban secara rutin minimal seminggu sekali dan pastikan alur atau kembangan ban masih cukup tebal. Tekanan ban yang tepat dan alur ban yang masih baik akan menghindari kendaraan melayang di atas air dan tergelincir pada saat melintasi jalanan yang basah.

Kemudian, periksa dan pastikan bahwa sistem pengereman berfungsi dengan baik. Komponen yang satu ini sangat vital dan memiliki peranan penting dalam menghadapi segala kemungkinan saat jarak pandang terbatas akibat hujan deras.

Jangan lupa periksa kondisi kipas wiper yang berfungsi sebagai sarana yang mendukung penglihatan, pastikan bahwa komponen ini juga berfungsi dengan baik.

Jika karet wiper rapuh atau rusak, sebaiknya ganti dengan yang baru sebelum turun hujan. Karena jika kemampuannya untuk membilas air hujan sudah menurun, dapat diapstikan pandangan pengemudi terhalang total saat hujan deras berlangsung.

Saat pendangan menjadi terbatas dan mengurangi kemampuan untuk melihat bahu jalan atau kendaraan lain dengan jarak yang aman, maka saatnya untuk menepi dan menunggu hujan reda. Berhentilah pada tempat yang aman dan tepat.

Bila harus berhenti di bahu jalan, berhentilah secepatnya dan tunggu hingga badai mereda. Hanya saat berhenti di tepi jalan, gunakanlah lampu hazard agar mobil Anda mudah terlihat kendaraan lain.

Saat hujan berlangsung dengan deras, jangan segan untuk menyalakan lampu utama atau lampu kecil untuk meningkatkan kewaspadaan kendaraan di sekitar kita.

Namun jangan menggunakan lampu hazard! Lampu ini hanya akan mengganggu konsentrasi pengemudi lain, terutama saat berbelok. Arah mobil tidak dapat ditebak karena sein tidak berfungsi. Gunakan lampu Hazard hanya dalam kondisi darurat saja.

 

Next

Paculah kendaraan dengan kecepatan yang stabil, sesuai kondisi jalan dengan jarak yang aman. Hindarilah kecepatan tinggi  karena saat hujan turun, air akan bercampur dengan kotoran dan minyak yang membuat jalan menjadi licin dan membuat mobil mudah tergelincir.

Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan mengemudi secara perlahan. Hal ini akan mempermudah ban untuk menyesuaikan dengan perubahan cuaca, sehingga memiliki daya cengekeram lebih baik.

Saat hujan dan jalanan licin, mobil membutuhkan jarak pengereman yang leih panjang. Oleh karena itu jangan berkendara terlalu dekat dengan kendaraan lain.

 

Jarak aman umumnya adalah 3 detik dengan kendaraan didepan, namun saat hujan usahakan untuk menambah jarak menjadi 4 atau 5 detik guna memperpanjang jarak pengereman dan menambah kesempatan untuk menghindar saat darurat. Sangat dianjurkan untuk menginjak rem secara perlahan-lahan.

Jika anda menginjak rem hingga batas maksimal, ada kemungkinan mobil akan selip. Oleh karena itu lakukanlah pengereman secara bertahap sebelum benar-benar berhenti.

Tergelincir dapat terjadi pada semua pengemudi. Apabila mengalaminya, ingatlah untuk tidak menginjak rem sepenuhnya.

Jangan menginjak rem berulang-ulang bila mobil dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS), karena sistem pengereman jenis ini akan melakukan pengereman optimal scara otomatis. Fokuslah untuk mengendalikan mobil sebaik mungkin.