Geely Emgrand i-HEV 2026 Meluncur: Klaim BBM 2,22 L/100 Km, Paling Irit di Dunia

Geely memperkenalkan Emgrand i-HEV generasi kelima dengan klaim konsumsi BBM hanya 2,22 L/100 km. Sedan hybrid ini disebut lebih irit dari Toyota Prius, dibekal

Diterbitkan 27 April 2026, 10:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Paling sering ditanyakan
  • Apa model hybrid terbaru yang diperkenalkan Geely?
  • Berapa klaim konsumsi bahan bakar Emgrand i-HEV?
  • Teknologi hybrid apa yang digunakan Emgrand i-HEV?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal China, Geely, kembali menunjukkan ambisinya di segmen hybrid lewat peluncuran Emgrand i-HEV generasi kelima. Model ini diperkenalkan ke publik dalam ajang Beijing Auto Show 2026 dengan membawa fokus utama pada efisiensi bahan bakar ekstrem.

Dalam laporan yang dikutip dari IThome, Geely tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga langsung mengklaim capaian konsumsi BBM yang dikatakan belum pernah diraih mobil hybrid produksi massal lainnya di dunia saat ini.

Efisiensi bahan bakar diklaim pecahkan rekor

Dalam pernyataannya, dikutip dari Carnewschina pada Senin (27/4/2026), Geely menyebut Emgrand i-HEV mencatat konsumsi bahan bakar sebesar 2,22 L/100 km saat menjalani pengujian jalan tol di Hainan. Angka ini diposisikan sebagai yang terendah secara global untuk kendaraan hybrid produksi massal dalam kondisi pengujian yang sebanding.

Geely menjelaskan bahwa hasil tersebut telah diajukan sebagai kandidat rekor baru Guinness World Records untuk kategori konsumsi bahan bakar paling rendah. Pabrikan juga menyatakan bahwa capaian ini lebih dari 12% lebih hemat dibandingkan hasil pengujian serupa yang pernah dicapai oleh Toyota Prius, meskipun detail perbedaan metodologi pengujian tidak diungkapkan.

Racikan sistem hybrid generasi baru

Berbicara soal teknologi, Geely menjelaskan bahwa Emgrand i-HEV generasi kelima mengandalkan konfigurasi dual motor P1+P3 yang dipadukan dengan sistem penggerak listrik terintegrasi 11-in-1. Melalui kombinasi ini, motor listrik mampu menghasilkan tenaga hingga 230 kW.

Menurut Geely, output tersebut setara dengan 1,72 kali lebih besar dibandingkan sistem hybrid Jepang pada umumnya. Di sisi lain, mesin bensin khusus hybrid yang digunakan mencatat efisiensi termal hingga 48,41%, yang oleh Geely disebut sebagai salah satu yang tertinggi di antara mesin produksi massal saat ini.

Lebih sering berjalan dalam mode listrik

Geely menjelaskan bahwa dalam pengujian berbasis standar WLTC, sistem penggerak listrik aktif di lebih dari 80% kondisi berkendara. Kondisi ini berkontribusi pada penurunan waktu operasional mesin bensin lebih dari 27% dibandingkan sistem hybrid konvensional.

Mobil ini juga memiliki kemampuan berjalan dalam mode listrik murni hingga kecepatan 66 km/jam. Untuk respons awal, akselerasi dari 0 hingga 30 km/jam dapat dicapai dalam waktu 1,84 detik, sementara respons sistem keseluruhan berada di angka 10 milidetik.

Fokus pada kenyamanan dan ketahanan

Geely menjelaskan bahwa Emgrand i-HEV dibekali teknologi EOC active noise control serta sistem prediksi posisi berhenti mesin. Kombinasi ini diklaim mampu menekan getaran saat mesin aktif hingga 32,7%.

Dari sisi akustik, tingkat kebisingan kabin disebut hanya 1 dB lebih tinggi dibandingkan kendaraan listrik murni. Sementara itu, untuk aspek durabilitas, mobil ini telah melewati pengujian bench test selama 15.000 jam, yang setara dengan jarak penggunaan sekitar 4,8 juta km.

Pengujian juga mencakup kondisi ekstrem, termasuk perbedaan suhu lingkungan mendekati 100 derajat Celsius serta pengoperasian di ketinggian hingga 4.650 meter.

Tetap bermain di segmen harga terjangkau

Meski membawa teknologi hybrid terbaru, Geely tetap mempertahankan positioning Emgrand sebagai sedan entry-level. Sebelumnya dilaporkan, model ini dipasarkan dengan harga mulai dari 65.800 yuan (sekitar 9.000 USD) hingga 71.800 yuan (sekitar 9.900 USD) untuk varian pembaruan.

Dengan strategi tersebut, Geely menjelaskan bahwa sistem hybrid pada Emgrand i-HEV tetap diarahkan ke segmen yang sensitif terhadap harga, sekaligus membuka peluang adopsi teknologi hemat bahan bakar ke pasar yang lebih luas.