Cegah Kerusakan, 3 Bagian Mobil Ini Tak Boleh Terkena Air saat Cuci Sendiri di Rumah

Cuci mobil sendiri di rumah? Kenali bagian-bagian mobil yang wajib dihindari dari air agar tidak merusak mesin, kelistrikan, dan komponen penting lainnya.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 10:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Paling sering ditanyakan
  • Mengapa tidak semua bagian mobil aman terkena air saat dicuci?
  • Apakah ruang mesin sama sekali tidak boleh dibersihkan dengan air?
  • Apa risiko jika soket dan kabel kelistrikan terkena air?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Mencuci mobil sendiri di rumah memang terasa lebih hemat dan praktis. Selain bisa dilakukan kapan saja, aktivitas ini juga memberi kepuasan tersendiri karena kendaraan bisa dibersihkan sesuai keinginan. Namun, tak sedikit pemilik mobil yang belum menyadari bahwa ada beberapa bagian mobil yang justru tidak boleh terkena air secara langsung, terutama jika disemprot dengan tekanan tinggi.

Alih-alih membuat mobil makin bersih, cara yang keliru justru bisa memicu kerusakan pada komponen penting. Air yang masuk ke bagian sensitif mobil dapat menyebabkan masalah serius. Mulai dari gangguan kelistrikan, karat, hingga penurunan performa mesin.

"Biasanya, walaupun mobil sekarang soket-soketnya sudah ada karet waterproof untuk pelindung dan penahan air biar tidak masuk, tapi kalau kita nyucinya pakai air bertekanan itu akan tetap rawan masuk ke perangkat-perangkat," ungkap Decindra Fandi Adam, Chief Mechanic/Foreman di PT. Sumber Baru Mobil (Suzuki Mobil Magelang).

Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui bagian-bagian mobil yang wajib dihindari dari air saat cuci mobil sendiri di rumah, sekaligus memahami cara membersihkannya dengan aman. Lantas bagian-bagian mobil mana saja yang wajib dihindari dari air saar cuci mobil sendiri di rumah? Berikut ulasan informasinya untuk Anda.

Bagian-bagian Mobil yang Wajib Dihindari dari Air

Saat mencuci mobil, ada beberapa bagian yang sebaiknya tidak terkena air secara langsung karena sangat sensitif terhadap kelembapan. Pria yang akrab disapa Indra ini mengungkapkan bagian-bagian apa saja yang memang perlu dihindari saat seseorang hendak mencuci mobil sendiri di rumah. Apalagi jika Anda tidak benar-benar mengetahui mengenai mesin dan kelistrikan.

1. Hindari Bagian yang Berkaitan dengan Perangkat Elektrik

Saat mencuci mobil sendiri di rumah, bagian yang berkaitan dengan perangkat elektrik wajib mendapat perhatian khusus karena sangat sensitif terhadap air dan kelembapan. Komponen seperti aki, alternator, sekring, soket kabel, serta modul kontrol elektronik (ECU) bisa mengalami gangguan jika terkena semprotan air bertekanan tinggi. Air yang masuk ke celah-celah kecil dapat memicu korsleting, menurunkan kinerja sistem kelistrikan, bahkan menyebabkan mobil sulit dinyalakan setelah dicuci.

"Kalau yang harus dihindari ya yang berkaitan dengan perangkat-perangkat elektrik. Seperti Accu (aki mobil), alternator sama sensor-sensor seperti sensor GPS. Kadang-kadang kita sering nemuin kalau kena air atau apalagi nyucinya pakai steam (air bertekanan) itu jadi short (konslet) biasanya," ujar Indra.

Untuk menjaga keamanan komponen elektrik, sebaiknya hindari menyemprotkan air langsung ke area ruang mesin dan bagian bawah dashboard yang menyimpan banyak jalur kabel. Jika ingin membersihkan area tersebut, gunakan lap kering atau sedikit lembap, serta cairan pembersih khusus yang tidak meninggalkan residu air. Dengan cara ini, kebersihan mobil tetap terjaga tanpa harus mengambil risiko kerusakan pada sistem elektrik yang justru bisa memerlukan biaya perbaikan cukup besar.

"Tapi kalau seumpama tahu tekniknya seperti soket-soket dilepas dulu, kemudian akinya dilepas, nanti setelah dicuci tetap dilakukan pengeringan dengan sempurna (misal dengan semprot kompresor). Kalau tidak tahu tekniknya nanti asal main tembak saja, terus diguyur air, sementara mesinnya belum kering benar, terus kontaknya di On kan, biasanya yang rawan disitu," lanjutnya.

2. Hindari Bagian Pengapian

Sistem pengapian merupakan salah satu bagian paling vital pada mobil karena berfungsi memicu pembakaran di dalam mesin. Komponen seperti koil pengapian, busi, kabel busi, dan distributor (pada mobil tertentu) sangat rentan terhadap air. Jika terkena cipratan atau semprotan air saat mencuci mobil, bagian ini bisa mengalami lembap, sehingga api yang dihasilkan menjadi tidak stabil. Akibatnya, mesin bisa brebet, sulit dinyalakan, bahkan berisiko mogok setelah proses pencucian selesai.

"Terus dibagian pengapian itu juga. Kalau kena air seumpama nanti pun mesinnya hidup, kadang mesinnya jadi pincang. Mesin hidupnya tidak normal. Kalau yang parah sih sama sekali tidak hidup, mesinnya yang kena," papar Indra.

Oleh karena itu, saat mencuci mobil sendiri di rumah, sebaiknya hindari menyemprotkan air langsung ke area mesin, khususnya di sekitar komponen pengapian. Jika ingin membersihkan debu atau kotoran di area tersebut, gunakan kuas halus atau lap kering, dan pastikan mesin dalam kondisi mati serta dingin. Dengan menjaga sistem pengapian tetap kering, performa mesin akan tetap optimal dan risiko kerusakan akibat air pun dapat dihindari.

3. Hindari Bagian yang Berhubungan dengan Laher (Bearing)

Laher atau bearing berfungsi sebagai penopang dan pemutar komponen agar dapat bergerak dengan halus, seperti pada roda, pulley, dan beberapa bagian di ruang mesin. Komponen ini dilapisi oleh pelumas khusus yang menjaga kinerjanya tetap optimal dan mengurangi gesekan. Jika saat mencuci mobil air masuk ke dalam bearing, terutama dari semprotan bertekanan tinggi, pelumas bisa tercampur air atau bahkan terdorong keluar. Kondisi ini membuat laher lebih cepat aus, menimbulkan bunyi kasar, hingga berisiko macet saat digunakan.

"Kalau nyuci mesin mobil, kan ada banyak perangkat-perangkat yang berhubungan dengan laher, seperti alternator, tensioner, panbel-panbel (fan belt/tali kipas), itu nanti juga tergantung material untuk mencuci. Kalau seumpama nyuci area di dekat laher pakai bensin, itu nanti pelumas yang di laher bisa hilang. Itu nanti lama-lama bisa bunyi lahernya, Itu yang pertama," jelasnya.

"Kedua, kalau nyucinya pakai bensin terus kena perangkat-perangkat karet seperti seal, kalau terlalu lama kan bisa melar. Itu seal nya juga bisa rusak," lanjut Indra menjelaskan risiko-risikonya.

Karena itu, ketika mencuci mobil sendiri di rumah, sebaiknya hindari menyemprotkan air langsung ke area roda, kolong mobil, dan bagian mesin yang memiliki banyak komponen berputar. Untuk membersihkan area tersebut, cukup gunakan semprotan ringan dari jarak aman atau lap basah untuk mengangkat kotoran yang menempel. Dengan menjaga bearing tetap terlindungi dari paparan air berlebih, umur pakai komponen akan lebih panjang dan performa mobil pun tetap terjaga.

Tips Aman Cuci Mobil

Mencuci mobil secara rutin memang penting untuk menjaga tampilan kendaraan tetap bersih dan terawat, namun prosesnya tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika salah teknik, bukan hanya cat mobil yang bisa rusak, tetapi juga komponen penting seperti kelistrikan, sistem pengapian, hingga bagian yang sensitif terhadap air.

1. Mengetahui Teknik Mencuci Mobil

Mengetahui teknik mencuci mobil yang benar menjadi langkah penting agar kendaraan tetap bersih tanpa merusak komponen maupun lapisan cat. Banyak orang langsung menyiram seluruh bagian mobil dengan air bertekanan tinggi, padahal cara ini bisa berisiko jika mengenai area sensitif seperti ruang mesin, perangkat elektrik, atau celah-celah yang sulit kering. Teknik yang aman dimulai dengan membilas bagian bodi dari atas ke bawah menggunakan semprotan air ringan untuk menghilangkan debu dan pasir, sehingga kotoran tidak menggores permukaan cat saat digosok.

"Tapi yang penting itu tahu tekniknya sebenarnya. Cuma kalau orang-orang awam ya tidak disarankan. Kadang kan tahunya diguyur air saja, nanti dia tidak tahu dan tidak bisa memastikan kondisi soketnya sudah benar-benar kering atau belum, terus dia main hidupin mesin, nah itu bisa bahaya itu," ungkap Indra.

2. Cuci di Tempat Terpercaya

Meski mencuci mobil sendiri di rumah terasa lebih praktis dan hemat, ada kalanya menggunakan jasa cuci mobil di tempat terpercaya tetap menjadi pilihan yang lebih aman. Terutama untuk pembersihan menyeluruh atau bagian-bagian yang sensitif. Tempat cuci mobil profesional biasanya memiliki peralatan yang sesuai, tekanan air yang terkontrol, serta tenaga yang sudah memahami area mana saja yang aman terkena air dan mana yang harus dihindari. Dengan begitu, risiko kerusakan pada komponen elektrik, sistem pengapian, hingga bagian yang berhubungan dengan bearing dapat diminimalkan.

"Kalau nyuci mesin mobil itu sebenarnya untuk orang-orang awam tidak disarankan ya. Tetap orang yang paham tentang mesin sama electrical. Soalnya listrik kan tidak kasat mata, jadi kalau seumpama kemasukkan air, repot juga mengeluarkan airnya di wiring (soket-soket di kabel)," saran Indra untuk menghindari risiko kerusakan pada mobil usai dicuci.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Bagian Mobil yang Wajib Dihindari dari Air saat Cuci Mobil Sendiri di Rumah

1. Mengapa tidak semua bagian mobil aman terkena air saat dicuci?

Jawaban: Tidak semua komponen mobil dirancang tahan terhadap semprotan air bertekanan atau paparan air langsung. Beberapa bagian memiliki sistem kelistrikan, sensor, atau material yang mudah rusak jika terkena air secara berlebihan, sehingga bisa memicu korsleting, karat, hingga gangguan fungsi.

2. Apakah ruang mesin sama sekali tidak boleh dibersihkan dengan air?

Jawaban: Ruang mesin boleh dibersihkan, tetapi tidak dengan cara disiram langsung menggunakan air bertekanan. Pembersihan sebaiknya dilakukan dengan lap lembap, kuas halus, dan cairan khusus engine cleaner agar tidak merusak sensor atau komponen listrik.

3. Apa risiko jika soket dan kabel kelistrikan terkena air?

Jawaban: Jika air masuk ke soket atau kabel, bisa terjadi korsleting, muncul karat, hingga gangguan sistem elektronik seperti lampu, sensor, atau bahkan sistem starter. Dalam jangka panjang, kerusakan ini bisa menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

4. Apakah mencuci mobil dengan selang air bertekanan tinggi berbahaya?

Jawaban: Ya, tekanan air yang terlalu kuat bisa mendorong air masuk ke celah-celah komponen sensitif, termasuk ke soket listrik dan seal pintu. Sebaiknya gunakan tekanan air sedang dan arahkan semprotan hanya ke bagian eksterior seperti bodi dan kolong mobil.

5. Kapan sebaiknya mencuci mobil di tempat cuci profesional?

Jawaban: Jika ingin membersihkan ruang mesin atau interior secara menyeluruh, lebih aman dilakukan di tempat cuci profesional karena mereka memiliki peralatan dan teknik khusus untuk membersihkan tanpa merusak komponen sensitif.