Liputan6.com, Jakarta - Jangan biasakan jari di tuas rem motor saat berkendara tanpa memahami teknik yang tepat. Kebiasaan ini dianggap mempercepat reaksi saat darurat, tetapi tekanan rem yang tidak terkontrol justru berisiko mengganggu keseimbangan motor.
Saat melewati jalan bergelombang atau menghadapi situasi mendadak, jari yang menempel di tuas rem berpotensi memicu pengereman spontan. Kondisi ini dapat mengganggu kestabilan kendaraan, terutama ketika melaju di jalan licin atau sedang menikung.
Untuk berkendara lebih aman, jaga genggaman setang tetap stabil dan kendalikan gas serta rem secara terkoordinasi. Lakukan pengereman secara bertahap sesuai kondisi jalan dan jaga jarak aman agar risiko kecelakaan dapat dikurangi. Simak penjelasannya, Liputan6.com, Selasa (13/10/2026).
Advertisement
Berisiko Memicu Pengereman Mendadak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3336994/original/047244000_1609322346-bin-thi-u-6MJFY84BaSk-unsplash.jpg)
Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah pengereman secara spontan ketika pengendara terkejut. Misalnya, saat kendaraan di depan tiba-tiba berhenti atau pejalan kaki menyeberang tanpa diduga, pengendara bisa bereaksi secara refleks sebelum sempat mengatur tekanan rem.
Jika jari terus berada di tuas rem, pengendara yang panik berpotensi menariknya terlalu kuat. Pengereman mendadak dapat mengganggu kestabilan motor, terutama ketika dilakukan di jalan licin atau saat kendaraan sedang menikung.
Risiko roda terkunci juga perlu diperhatikan, khususnya pada motor yang tidak dilengkapi sistem pengereman ABS. Ketika ban kehilangan traksi, pengendara dapat kesulitan mempertahankan kendali.
Dalam panduan berkendaranya, Motorcycle Safety Foundation (MSF) menekankan pentingnya teknik pengereman yang terkontrol. Salah satu materi pelatihannya menyarankan pengendara menutup gas sebelum mengerem serta menekan tuas rem depan secara bertahap, bukan menariknya secara mendadak.
Advertisement
Mengganggu Kontrol Motor di Jalan Bergelombang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372626/original/099012300_1791885511-4300edab-0f1f-484e-bd5b-68642a7e01d8.jpg)
Kebiasaan menempelkan jari pada tuas rem juga perlu diwaspadai ketika melewati jalan berlubang atau bergelombang. Guncangan dapat membuat tangan bergerak tanpa disengaja sehingga jari berpotensi memberikan tekanan pada tuas rem.
Jika pengereman terjadi ketika motor sedang melaju, perubahan kecepatan secara tiba-tiba dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan. Risikonya semakin besar apabila permukaan jalan licin atau pengendara sedang melakukan manuver.
Transport for NSW, lembaga transportasi pemerintah negara bagian New South Wales, Australia, mengingatkan bahwa permukaan jalan yang memengaruhi daya cengkeram ban juga berdampak pada kendali sepeda motor. Pengendara disarankan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi sekitar dan menggunakan teknik pengereman progresif, terutama di permukaan yang sulit.
Artinya, menjaga kendali motor bukan hanya soal seberapa cepat tangan mencapai tuas rem, tetapi juga bagaimana pengendara mengatur tekanan rem sesuai kondisi jalan.
Mengganggu Koordinasi Gas dan Rem
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5012990/original/058950100_1732072136-tips-bawa-anak-2-tahun-naik-motor.jpg)
Mengendalikan sepeda motor membutuhkan koordinasi antara gas dan rem. Ketika hendak memperlambat kendaraan, pengendara perlu mengurangi gas dan mengoperasikan rem secara tepat agar motor melambat dengan terkendali.
Posisi jari yang terus menempel pada tuas rem dapat menjadi masalah apabila pengendara bereaksi secara spontan tanpa memastikan gas telah ditutup. Dalam kondisi panik, koordinasi yang kurang tepat berpotensi membuat respons kendaraan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
MSF juga membahas persoalan ini dalam unggahan resminya mengenai teknik penggunaan tuas rem. Lembaga tersebut menjelaskan bahwa pengendara pemula umumnya dilatih menggunakan empat jari saat melakukan latihan pengereman depan. Pendekatan ini bertujuan membangun konsistensi dan kontrol, sekaligus membantu memisahkan gerakan pengereman dari pengoperasian gas.
Namun, teknik penggunaan jari dapat berbeda sesuai jenis motor, desain tuas, pengalaman, dan situasi berkendara. Karena itu, anjuran tersebut sebaiknya dipahami sebagai pendekatan pelatihan bagi pengendara pemula, bukan aturan mutlak untuk semua kondisi.
Advertisement
Biasakan Teknik Pengereman yang Lebih Terkontrol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4711635/original/026227900_1704873534-front-tire-orange-motorbike.jpg)
Agar berkendara lebih aman, pengendara perlu membiasakan posisi tangan yang stabil pada setang dan grip gas. Jari tidak perlu terus-menerus menekan atau menyentuh tuas rem jika pengereman belum diperlukan.
Saat akan memperlambat motor, tutup gas dan berikan tekanan rem secara bertahap sesuai kebutuhan. Penggunaan rem depan dan belakang juga perlu dikoordinasikan dengan tepat, sambil memperhatikan kecepatan, kondisi jalan, dan posisi kendaraan.
Panduan Motorcycle Riders' Handbook dari Transport for NSW menjelaskan bahwa pengereman yang benar dilakukan dalam dua tahap: memberikan tekanan ringan pada tuas dan pedal rem, kemudian meningkatkan tekanan secara progresif sesuai kebutuhan. Teknik ini membantu meningkatkan efektivitas pengereman sekaligus mengurangi risiko roda tergelincir.
Pengendara juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Dengan ruang yang cukup, tersedia lebih banyak waktu untuk mengenali bahaya dan mengambil tindakan tanpa harus mengerem secara mendadak.
Pada akhirnya, menempatkan jari di tuas rem bukan satu-satunya faktor yang menentukan keselamatan berkendara. Hal yang lebih penting adalah memahami teknik pengereman, menjaga koordinasi gas dan rem, serta menyesuaikan respons dengan situasi di jalan. Membiasakan teknik yang benar dapat membantu pengendara mempertahankan kendali dan mengurangi risiko kecelakaan.
Pertanyaan Seputar Kebiasaan Jari di Tuas Rem Motor
Apakah jari boleh terus menempel di tuas rem motor?
Sebaiknya hindari tekanan yang tidak disengaja pada tuas rem. Pengendara perlu menjaga genggaman tetap stabil dan menggunakan rem secara terkontrol sesuai situasi.
Apa risiko menaruh jari di tuas rem saat berkendara?
Kebiasaan ini berpotensi memicu pengereman mendadak, mengganggu koordinasi gas dan rem, serta meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan dalam kondisi tertentu.
Bagaimana cara mengerem motor yang benar?
Kurangi gas terlebih dahulu, lalu tekan rem depan dan belakang secara terkoordinasi. Berikan tekanan secara bertahap sesuai kecepatan, kondisi jalan, dan situasi lalu lintas.
Mengapa pengereman mendadak berbahaya bagi pengendara motor?
Pengereman mendadak dapat mengganggu kestabilan kendaraan dan menyebabkan ban kehilangan traksi, terutama di jalan licin atau saat motor menikung. Risiko roda terkunci juga lebih besar pada motor tanpa ABS.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372199/original/025007600_1791871347-HOAX__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372625/original/095009800_1791885511-b4921212-cde4-4c40-b432-058eba52a20b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334322/original/006295100_1787831900-IMG-20260827-WA0026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263617/original/069717200_1781945834-IMG-20260620-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5622161/original/067761200_1778212797-jimny-mobil-legendaris-dengan-segudang-cerita.webp)