Liputan6.com, Jakarta - Mobil yang terlihat bersih setelah dicuci ternyata belum tentu benar-benar bebas dari masalah. Banyak pemilik kendaraan mengira bahwa proses mencuci sudah cukup untuk menjaga kebersihan mobil, padahal jika tidak dikeringkan dan dirawat dengan benar, sisa air justru bisa menjadi awal munculnya jamur. Kondisi lembap yang tertinggal di beberapa bagian mobil sering kali luput dari perhatian, sehingga jamur tumbuh tanpa disadari dan baru terlihat saat sudah cukup parah.
Jamur pada mobil tidak hanya mengganggu tampilan, tetapi juga bisa menimbulkan bau tidak sedap serta merusak material interior maupun eksterior. Sayangnya, penyebab dan tanda-tanda awal mobil jamuran setelah dicuci sering diabaikan karena dianggap sepele. Lantas apa saja penyebab dan tanda mobil jamuran setelah dicuci yang sering diabaikan? Berikut informasi selengkapnya:
Penyebab Mobil Jamuran Setelah Dicuci
Banyak pemilik mobil merasa sudah melakukan perawatan dengan benar hanya dengan rutin mencuci kendaraan. Namun, tanpa disadari, proses mencuci justru bisa menjadi penyebab munculnya jamur pada mobil jika tidak dilakukan dengan tepat. Chief Mechanic/Foreman di PT. Sumber Baru Mobil (Suzuki Mobil Magelang), Decindra Fandi Adam, mengungkapkan ada beberapa faktor atau kebiasaan yang sering dilakukan dan ternyata justru menjadi penyebab mobil jamuran.
1. Salah Menyimpan atau Memarkir Mobil di Rumah
Salah satu penyebab utama mobil jamuran setelah dicuci adalah kebiasaan menyimpan atau memarkir mobil di tempat yang kurang tepat. Jamur paling cepat muncul ketika mobil sering dalam kondisi basah, misalnya setelah kehujanan atau selesai dicuci, lalu langsung diparkir di luar rumah dan terpapar sinar matahari secara berulang.
Kombinasi antara sisa air, panas, dan kelembapan yang terperangkap di permukaan body maupun kaca menciptakan kondisi ideal bagi jamur untuk berkembang dengan cepat. Kebiasaan seperti ini, jika terjadi terus-menerus, bisa membuat jamur muncul hanya dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan satu hingga dua minggu saja tanda-tandanya sudah mulai terlihat.
"Jamur itu paling cepat terjadi kalau mobil sering seumpama habis kehujanan terus parkir di luar, terpapar sinar matahari dan dalam waktu berulang-ulang. Itu biasanya tidak lama (akan muncul jamur). Kebiasaan seperti itu, seminggu atau dua minggu saja biasanya jamurnya sudah kelihatan," jelas pria yang akrab disapa Indra.
2. Cuci Mobil di Bawah Terik Matahari
Mencuci mobil di bawah terik matahari sering dianggap praktis karena mobil bisa cepat kering. Namun, faktanya kebiasaan tersebut justru bisa memicu munculnya jamur. Saat air mengenai permukaan mobil yang panas, air akan mengering terlalu cepat dan meninggalkan sisa mineral atau noda air (water spot). Noda inilah yang kemudian menjadi tempat ideal bagi jamur untuk berkembang, terutama pada kaca dan lapisan cat yang sering terpapar panas secara langsung.
Selain itu, panas matahari juga dapat membuat sisa sabun dan kotoran menempel lebih kuat di permukaan mobil jika tidak segera dibilas dengan sempurna. Dalam kondisi tertentu, bercak sabun bisa berubah menjadi jamur yang sulit dibersihkan hanya dengan cuci biasa. Jika kebiasaan mencuci mobil di bawah matahari terik ini dilakukan berulang kali, bukan tidak mungkin jamur akan muncul dalam waktu singkat dan merusak tampilan mobil secara perlahan.
"Cuci mobil di bawah terik matahari itu sangat tidak disarankan. Harus di tempat teduh," ungkap Indra saat ditanya melalui sambungan telepon.
3. Tidak Langsung Dikeringkan Usai Cuci Mobil
Salah satu kebiasaan yang sering dianggap sepele namun berdampak besar adalah tidak langsung mengeringkan mobil setelah selesai dicuci. Sisa air yang dibiarkan menempel di permukaan body, kaca, spion, hingga sela-sela pintu akan menciptakan kondisi lembap yang sangat disukai jamur. Apalagi jika mobil kemudian diparkir di tempat yang minim sirkulasi udara, proses pengeringan alami menjadi lebih lama dan kelembapan pun bertahan lebih lama di permukaan mobil.
Jika kondisi ini terjadi secara berulang, jamur dapat tumbuh dan meninggalkan bercak putih atau buram yang sulit dihilangkan hanya dengan lap biasa. Dalam waktu singkat, bahkan dalam satu hingga dua minggu, tanda-tanda jamur sudah bisa terlihat jelas, terutama pada bagian kaca dan cat mobil.
"Jamur itu biasanya karena air kan tetap ada kandungan yang bikin putih-putih (plak) yang ukurannya mikron, tapi karena sering berulang kali titik airnya di situ-situ saja jadinya ngendap di situ. Apalagi kalau nyucinya pakai air sumur yang zat besinya tinggi, parah banget itu," jelasnya.
Oleh karena itu, mengeringkan mobil dengan baik setelah mencuci merupakan langkah penting untuk mencegah munculnya jamur dan menjaga tampilan mobil tetap bersih serta mengilap.
"Kalau habis nyuci itu harus langsung dikeringkan," tegasnya.
Advertisement
Tanda Mobil Jamuran
Banyak pemilik mobil tidak langsung menyadari bahwa kendaraannya mulai ditumbuhi jamur karena tanda-tandanya sering terlihat sepele. Padahal, jamur bisa muncul secara perlahan di berbagai bagian mobil setelah dicuci atau terkena hujan, terutama jika sisa air tidak dikeringkan dengan sempurna. Awalnya hanya berupa noda kecil atau tampilan kusam, namun jika dibiarkan, jamur dapat menyebar dan semakin sulit dibersihkan.
Sayangnya, tanda-tanda awal mobil jamuran kerap dianggap sebagai kotoran biasa atau bekas air yang akan hilang sendiri. Akibatnya, pemilik kendaraan baru menyadari masalah ketika jamur sudah menempel kuat di kaca, body, atau bahkan bagian interior. Dengan mengenali tanda mobil jamuran sejak dini, perawatan bisa dilakukan lebih cepat sehingga kerusakan pada material mobil dapat dicegah dan tampilan kendaraan tetap terjaga.
- Kaca tampak buram dan sulit dibersihkan
- Sorot sinar lampu kendaraan lawan tampak pecah
- Bercak di kaca yang didak hilang meski pakai cairan pembersih biasa
- Muncul bintik putih atau bercak di body mobil
- Warna cat terlihat kusam di beberapa bagian
- Ada noda di sudut kaca dan karet pintu
- Headliner (plafon mobil) muncul bintik atau noda
- Jamur muncul kembali meski baru dicuci
Titik Rawan Munculnya Jamur pada Mobil
Jamur pada mobil tidak selalu muncul secara merata di seluruh permukaan kendaraan, melainkan lebih sering tumbuh di titik-titik tertentu yang cenderung lembap dan jarang diperhatikan. Area-area ini biasanya menjadi tempat sisa air mengendap setelah mobil dicuci atau kehujanan, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi jamur untuk berkembang. Jika tidak rutin dibersihkan dan dikeringkan dengan benar, jamur dapat muncul tanpa disadari dan baru terlihat saat sudah cukup parah.
"Kalau jamur itu bisa terjadi di kaca mobil dan body mobil," ungkap Indra.
a. Kaca Mobil
Kaca mobil merupakan salah satu bagian yang paling rentan ditumbuhi jamur, terutama setelah mobil dicuci atau terkena hujan. Permukaan kaca yang sering bersentuhan langsung dengan air membuat sisa tetesan mudah mengering dan meninggalkan noda mineral. Jika kondisi ini terjadi berulang dan tidak segera dibersihkan dengan benar, noda tersebut dapat berkembang menjadi jamur yang tampak sebagai bercak buram atau putih yang sulit dihilangkan.
Selain itu, posisi kaca yang terus terpapar panas matahari juga mempercepat proses menempelnya jamur di permukaan. Banyak pemilik mobil baru menyadari keberadaan jamur ketika visibilitas mulai terganggu atau kaca terlihat kusam meski sudah dilap. Padahal, perawatan sederhana seperti mengeringkan kaca dengan lap bersih dan memastikan tidak ada sisa air setelah mencuci dapat membantu mencegah munculnya jamur sejak awal.
b. Body Mobil
Body mobil juga menjadi salah satu bagian yang paling sering mengalami masalah jamur karena merupakan area terluas yang langsung terpapar air, debu, dan panas matahari. Setelah dicuci atau kehujanan, sisa air yang tidak segera dikeringkan dapat meninggalkan noda yang lama-kelamaan berubah menjadi jamur. Kondisi ini semakin diperparah jika mobil sering diparkir di luar ruangan dan terpapar panas secara berulang, sehingga bercak air semakin menempel kuat di permukaan cat.
Jamur pada body mobil biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih, kusam, atau bercak yang sulit hilang meski sudah dicuci kembali. Jika dibiarkan terlalu lama, jamur bisa merusak lapisan pelindung cat dan membuat warna mobil tampak tidak rata. Oleh karena itu, perawatan body yang tepat, mulai dari proses pengeringan hingga pemberian pelindung cat, sangat penting untuk mencegah munculnya jamur dan menjaga tampilan mobil tetap mengilap.
Advertisement
Cara Mengatasi Jamur di Kaca & Body Mobil
Jamur yang muncul di kaca dan body mobil sering kali membuat tampilan kendaraan terlihat kusam dan kurang terawat, bahkan bisa mengganggu pandangan saat berkendara. Bercak putih atau buram yang sulit hilang meski sudah dicuci ulang menjadi tanda bahwa jamur sudah mulai menempel kuat di permukaan. Jika tidak segera ditangani, jamur dapat merusak lapisan kaca dan cat mobil secara perlahan, sehingga perbaikannya bisa membutuhkan biaya lebih besar.
"Kalau di body biasanya dipoles bisa hilang. Kalau di kaca, harus ada obat khususnya dan itu teknik pengaplikasiannya juga ada caranya tersendiri. Kalau yang tidak tahu, dia beli obat jamur terus diaplikasikan di kaca depan, biasanya kalau malam sinarnya (lampu dari lawan arah) pecah," papar Indra.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk mengetahui cara mengatasi jamur di kaca dan body mobil dengan tepat. Penanganan yang cepat dan metode pembersihan yang sesuai tidak hanya membantu menghilangkan jamur, tetapi juga mencegahnya muncul kembali. Dengan perawatan rutin dan langkah pencegahan yang benar, mobil bisa tetap terlihat bersih, mengilap, dan nyaman digunakan setiap hari.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Apa yang dimaksud dengan mobil jamuran?
Jawaban: Mobil jamuran adalah kondisi ketika jamur tumbuh di permukaan kaca, bodi, atau bagian interior mobil akibat kelembapan dan sisa air yang tidak dibersihkan dengan sempurna. Jamur biasanya tampak sebagai bercak putih, buram, atau noda keabu-abuan yang sulit hilang dengan cuci biasa.
2. Apa penyebab utama mobil bisa jamuran setelah dicuci atau kehujanan?
Jawaban: Penyebab utamanya adalah sisa air yang dibiarkan mengering sendiri, mobil tidak langsung dikeringkan, parkir di tempat yang salah, serta sering terpapar panas matahari setelah basah. Kombinasi kelembapan dan panas ini sangat ideal untuk pertumbuhan jamur.
3. Bagian mobil mana yang paling sering ditumbuhi jamur?
Jawaban: Bagian yang paling rawan adalah kaca mobil, bodi terutama di kap dan atap, karet pintu, spion, serta interior seperti karpet, jok, dan plafon. Area yang jarang terkena lap pengering biasanya lebih cepat lembap dan menjadi tempat tumbuh jamur.
4. Apa saja tanda mobil mulai jamuran yang sering diabaikan?
Jawaban: Tandanya antara lain kaca terlihat buram, muncul bintik putih di bodi, sorot sinar lampu kendaraan lawan tampak pecah, serta warna cat tampak kusam di beberapa bagian.
5. Apakah jamur di mobil berbahaya jika dibiarkan?
Jawaban: Jika dibiarkan, jamur bisa merusak lapisan cat, membuat kaca menjadi buram permanen, serta merusak material interior. Selain itu, bau tidak sedap di dalam kabin juga dapat mengganggu kenyamanan berkendara.
Advertisement
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486237/original/078238400_1769581230-umkm_2026_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486060/original/083994300_1769573553-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-28T110131.771.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2393275/original/001184200_1540545780-20181026-Tes-CPNS-Jaksel-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485344/original/020045800_1769503770-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-26T151157.078.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/3885020/original/ACg8ocLa9Ob85MO_GcJJi5MgrBCAZ8vZv6gQJe_IX_x85rX_UWerkg%3Ds200.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5421061/original/076100000_1763870277-noda_air_dan_jamur_di_kaca_mobil.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485835/original/069422600_1769565209-Parkir_Mobil_yang_Salah.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485836/original/082138000_1769565360-Cuci_Mobil_di_Bawah_Terik_Matahari.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485839/original/044885200_1769565467-Mobil_Tidak_LAngsung_Dikeringkan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3364700/original/072676000_1612149585-kaca_film.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3248519/original/074848800_1600972827-dadadsadsa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/711243/original/1313047404067.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/3864017/original/044019100_1738389296-1596670441577.jpg)