Rekomendasi Motor Gede untuk Pemula, dari Usia Remaja hingga Dewasa

Ingin naik moge tapi masih pemula? Temukan rekomendasi motor gede untuk pemula yang terbaik, mulai remaja hingga dewasa yang mudah dikendarai.

Diterbitkan 30 Januari 2026, 15:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Motor gede atau moge kini tak lagi identik dengan pengendara berpengalaman saja. Seiring berkembangnya teknologi dan desain, banyak pabrikan menghadirkan motor gede yang ramah bagi pemula, mulai dari usia remaja hingga dewasa. Mulai dari kapasitas mesin yang tidak terlalu besar, posisi berkendara yang ergonomis, hingga fitur keselamatan modern, motor gede untuk pemula dirancang agar tetap nyaman, mudah dikendalikan, dan aman digunakan dalam berbagai kondisi.

Bagi pemula yang ingin naik kelas dari motor harian ke motor gede, memilih moge yang tepat menjadi langkah penting. Salah pilih bisa membuat pengalaman berkendara terasa berat dan kurang menyenangkan. Karena itu, rekomendasi motor gede bagi pemula perlu mempertimbangkan banyak aspek seperti bobot motor, tinggi jok, karakter mesin, hingga kebutuhan penggunaan apakah untuk harian, hobi, atau touring jarak jauh.

Lantas bagaimana rekomendasi motor gede bagi pemula dari usia remaja hingga dewasa? Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (30/1/2026).

Motor Gede (Moge) yang Cocok untuk Pemula

Onyx Adhisyah, pria berusia 43 tahun ini sudah bergabung pada komunitas Moge seperti Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Yogyakarta, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Yogyakarta hingga Ontahood Yogyakarta. Ia sudah mengendari motor gede sejak tahun 2011. Onyx pun memberikan beberapa rekomendasi moge yang cocok sesuai usia pengendaranya.

"Untuk pemula kalau saya sarankan sih kalau Harley ya seri Dyna, jangan Sportster. Karena Sportster itu tangkinya kecil, jadi untuk touring agak jauh itu sering kehabisan bensinnya, sering merepotkan teman-teman touring-nya. Jadi kalau saran saya untuk pemula Harley pakai seri Dyna," ungkap Onyx Adhisyah kepada Liputan6.com ketika ditemui di rumahnya pada Kamis (29/1/2026). 

Selain itu, Onyx mengatakan apabila ingin Moge untuk Sport, khususnya untuk anak-anak muda, bisa memilih Moge Ninja GSX 650. Kemudian, apabila ingin Moge yang Naked, bisa memilih seri-seri Kawasaki ER 600.

“Sekarang banyak motor gede dengan CC lebih kecil yang cocok untuk pemula, seperti Kawasaki KLE 500 atau CFMoto 450 yang ringan, tidak terlalu berat, dan performanya cukup baik. Selain itu, motor tipe adventure juga cocok karena bisa digunakan di jalan raya maupun medan terjal (off-road) atau dual purpose,” jelasnya.

Onyx Adhisyah juga memberikan tips dan saran bagi para pemula. Ia menyarankan untuk memakai Moge dengan CC (kapasitas mesin) yang tidak terlalu besar. Hal ini supaya bisa membiasakan atau menyatukan diri terhadap motornya. Selain itu juga agar para pemula nantinya tidak terbebani dengan berat dari motor dan kecepatan juga bisa menyesuaikan.

Motor Gede untuk Pemula di Usia 17-30 Tahun

Menurut Onyx, usia 17 tahun hingga 30 tahun biasanya masih suka memakai Moge tipe Sport. Lebih lanjut, Onyx memaparkan Moge apa saja yang masuk ke dalam rekomendasi di usia remaja ini.

"Kalau usia 17-30 tahun sewajarnya anak-anak muda biasanya masih suka pakai Sport Kawasaki Ninja atau mungkin Honda CBR, atau Yamaha R600-R700, yang di bawah 1000 cc," paparnya.

a. Kawasaki Ninja

Kawasaki Ninja sering disebut sebagai salah satu motor gede ideal untuk pemula usia 17–30 tahun karena kombinasi desain sporty, performa responsif, dan kenyamanan berkendara yang seimbang. Seri Ninja tersedia dalam berbagai kapasitas mesin mulai dari 250 cc, 400 cc, hingga 650 cc yang semuanya menawarkan karakter tangguh namun tetap ramah bagi pengendara baru.

Versi kelas 250 cc dan 400 cc khususnya populer di kalangan pemula karena tenaga yang cukup untuk aktivitas harian dan touring ringan, tanpa membuat pengendara kewalahan saat belajar mengontrol motor yang lebih besar dibanding motor bebek atau sport 150 cc.

Desainnya yang agresif juga memberikan rasa percaya diri bagi pengendara muda yang ingin tampil gaya di jalan. Itulah sebabnya Ninja sering direkomendasikan sebagai pilihan pertama bagi pemula yang berusia remaja hingga dewasa muda (17–30 tahun) yang ingin merasakan sensasi berkendara motor gede tanpa mengorbankan kemudahan pengendalian.

b. Honda CBR

Honda CBR merupakan salah satu pilihan motor gede yang sangat cocok untuk pemula usia 17–30 tahun karena perpaduan performa, ergonomi, dan fitur keselamatan yang dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus kemudahan pengendalian. Model seperti CBR250RR terkenal dengan mesin responsif yang tetap manageable untuk pengendara baru, serta bobot yang relatif ringan dibanding sportbike berkapasitas lebih besar. Karakter mesin dan rangka yang seimbang membuat CBR ideal untuk berkendara harian di perkotaan maupun perjalanan jarak menengah, tanpa membuat pemula merasa kewalahan.

Selain performa, Honda CBR juga dilengkapi dengan fitur modern yang mendukung pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan. Desain agresif dengan fairing aerodinamis juga memberi kesan sport yang stylish, cocok bagi mereka yang ingin tampil percaya diri di jalan. Itulah sebabnya Honda CBR sering direkomendasikan sebagai moge pemula bagi rider 17–30 tahun yang mencari kombinasi kenyamanan, performa, dan gaya dalam satu paket.

c. Yamaha R600-R700

Yamaha R600-R700 yang paling dikenal lewat seri YZF-R7 (menggantikan R6 di banyak pasar) bisa jadi salah satu rekomendasi motor gede bagi pemula usia 17–30 tahun. R7 dibekali mesin 689 cc dua silinder paralel yang menghasilkan tenaga sekitar 70–75 hp dengan torsi kuat di putaran bawah dan menengah. Sehingga tenaga yang keluar terasa lebih linier dan mudah dikontrol oleh pengendara pemula dibanding sportbike 600 cc empat silinder tradisional seperti R6 yang lebih agresif dan menuntut pengalaman tinggi. Tenaga yang responsif namun tidak terlalu agresif ini membantu rider baru merasa lebih percaya diri saat belajar bermanuver baik di jalan raya maupun tikungan ringan.

Selain itu, Yamaha R7 punya posisi berkendara yang sedikit lebih nyaman dan seimbang daripada sportbike super agresif, sehingga cocok untuk pembelajaran sekaligus perjalanan harian atau weekend ride. Meski bukan motor paling “ramah” secara total buat pemula (terutama jika dibanding motor sport kecil seperti R3 atau 400 cc), R7 tetap memberikan kombinasi gaya supersport dan keterjangkauan handling yang bisa dinikmati oleh rider 17–30 tahun yang sudah punya dasar mengendarai motor kopling.

Motor Gede untuk Pemula di Usia 25-35 Tahun

Rentang usia 25–35 tahun umumnya sudah berada pada fase pengendara yang lebih matang, baik dari sisi pengalaman berkendara maupun kebutuhan penggunaan motor. Di usia ini, banyak rider tidak lagi semata-mata mengejar tampilan sporty atau kecepatan, tetapi mulai mempertimbangkan kenyamanan, ergonomi, serta fungsi motor untuk aktivitas jangka panjang. Karena itu, pilihan motor seperti Naked bike dan adventure bike dinilai lebih relevan, mengingat posisi duduk yang tegak, handling yang stabil, serta fleksibilitas untuk dipakai harian maupun perjalanan jauh.

Faktor budget juga berpengaruh pada pilihan motor di usia tersebut. Jika memiliki dana lebih, motor bersegmen premium seperti Harley Davidson bisa menjadi opsi. Terutama bagi pengendara yang mengutamakan gaya, karakter mesin, dan prestige. Namun, dalam praktiknya, mayoritas pengendara usia 25–35 tahun cenderung memilih motor Naked. Hal ini karena dianggap paling seimbang, nyaman digunakan, perawatan relatif mudah, dan tetap menawarkan performa serta tampilan gagah tanpa terlalu ekstrem. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi dari sekadar gaya ke arah kenyamanan dan kepraktisan seiring bertambahnya usia dan pengalaman berkendara.

"Kalau usia 25-35 tahun itu boleh lah main ke Naked atau ke Adventure. Atau kalau memang punya budget ya silahkan kalau main Harley. Tapi kebanyakan rata-rata pakainya ke Naked," jelas Onyx.

Motor Gede untuk Pemula di Usia 35-40 Tahun

Di usia ini, banyak rider umumnya sudah memiliki pengalaman berkendara yang matang serta kondisi finansial yang lebih stabil. Karena itu, pilihan motor tidak lagi sekadar soal performa atau kecepatan, melainkan lebih pada kenyamanan, karakter berkendara, dan identitas gaya hidup. Harley Davidson kerap menjadi pilihan karena menawarkan posisi duduk santai, mesin berkarakter kuat, serta sensasi berkendara yang lebih rileks untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Selain faktor kenyamanan, motor Harley juga sering diasosiasikan dengan prestise dan komunitas yang kuat, sesuatu yang mulai dicari oleh pengendara di usia 35–40 tahun. Banyak rider pada fase ini menikmati aktivitas riding sebagai hobi atau bentuk rekreasi, bukan lagi sekadar alat transportasi. Dengan desain klasik, suara mesin khas, dan citra premium, Harley dianggap mampu merepresentasikan kematangan usia sekaligus pencapaian personal.

"Kalau usia 35-40 tahun, itu sudah rata-rata mainnya Harley," jelasnya.

Motor Gede untuk Pemula di Atas Usia 40 Tahun

Pada fase ini, motor tidak lagi diposisikan sebagai sarana untuk unjuk performa atau tampil mencolok, melainkan sebagai media untuk menikmati perjalanan dan ketenangan. Karena itu, motor beraliran Adventure menjadi pilihan utama karena mampu mengakomodasi kebutuhan berkendara yang lebih santai, fleksibel, dan dekat dengan alam.

Menurut Onyx, pengendara senior justru menikmati aktivitas seperti menjelajah alam terbuka, menyusuri jalur pinggir sungai, naik ke dataran tinggi, hingga masuk kawasan hutan. Kegiatan sederhana seperti membuka tenda, menggelar tikar, dan ngopi bersama menjadi bagian dari pengalaman riding itu sendiri.

Motor adventure dinilai paling cocok karena posisi duduknya nyaman, suspensi empuk, serta kemampuan melibas berbagai medan tanpa harus “neko-neko” atau bergaya berlebihan di jalan raya. Hal ini menegaskan bahwa bagi rider usia 40 tahun ke atas, esensi berkendara bukan lagi soal kecepatan atau kemewahan, melainkan ketenangan, kebersamaan, dan menikmati alam secara utuh.

"Justru usia 40 tahun ke atas, sekarang itu lebih suka ke Adventure. Karena kembali ke alam, pergi ke alam, sudah tidak mau neko-neko, tidak mau yang wah-wah an di jalan, tidak mau yang war wer war wer. Biasanya ke pinggir sungai, buka tenda, santai, ngopi. Rata-rata kalau pemain motor yang sudah senior itu justru arahnya ke Adventure. Menikmati alam, naik ke puncak gunung, masuk-masuk ke hutan, gelar tikar, ngopi sambil bikin tenda," papar Onyx.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Rekomendasi Motor Gede bagi Pemula

1. Apakah motor gede aman untuk pemula, termasuk usia remaja?

Jawaban: Motor gede tetap bisa digunakan oleh pemula, termasuk remaja, asalkan memilih kapasitas mesin yang sesuai dan sudah memiliki kemampuan dasar berkendara. Motor dengan tenaga yang linier, bobot tidak terlalu berat, serta fitur keselamatan seperti ABS lebih disarankan agar proses adaptasi berjalan aman dan nyaman.

2. Jenis motor gede apa yang paling cocok untuk pemula?

Jawaban: Jenis motor seperti sport entry-level, naked bike, dan adventure ringan menjadi pilihan yang umum untuk pemula. Naked bike sering direkomendasikan karena posisi duduk lebih tegak dan mudah dikendalikan, sedangkan sport fairing cocok bagi yang menginginkan tampilan sporty dengan tetap memperhatikan ergonomi.

3. Apakah usia memengaruhi pilihan motor gede untuk pemula?

Jawaban: Ya, usia sangat memengaruhi preferensi dan kebutuhan berkendara. Usia 17–30 tahun cenderung memilih sport atau naked bike, usia 25–35 tahun mulai beralih ke naked atau adventure, sementara usia 40 tahun ke atas lebih menyukai adventure karena fokus pada kenyamanan dan eksplorasi alam.

4. Apa saja hal penting yang harus diperhatikan sebelum membeli motor gede pertama?

Jawaban: Beberapa hal penting meliputi tinggi jok, bobot motor, karakter mesin, biaya perawatan, konsumsi bahan bakar, serta ketersediaan bengkel dan suku cadang. Menyesuaikan motor dengan postur tubuh juga sangat penting agar berkendara tetap aman dan tidak cepat lelah.